Namun, pemberitahuan mengenai pembatalan pembukaan pameran tidak terdengar di telinga seniman. Ada beberapa seniman yang lebih dahulu merapikan karyanya dan terkunci di dalam galeri, sedangkan staf galeri tak kelihatan batang hidungnya.
Kurator pameran Cui Guangxia kepada AFP, mengatakan pamerannya mendapatkan tekanan dari pemerintah. Tapi Biro Budaya kota Beijing menegaskan tidak bertanggung jawab untuk sebuah pameran seni visual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak tahu soal penutupan tersebut dan nantinya karya seni segera dikembalikan ke seniman," ujarnya.
Tong Yujie yang ikut berpameran mengatakan pamerannya tidak bisa dikontrol pihak berwenang. "Pendirian kami tidak berubah karena pembatalan pameran, karya seni bisa ditampilkan di tempat lainnya," ujar seniman yang juga feminis tersebut.
Dia kembali menambahkan, "Jika bukan kami yang berbicara soal feminisme, siapa lagi yang akan berbicara," tegas Yujie.
(tia/mmu)











































