Mulai pertengahan tahun depan sampai tiga tahun berikutnya, dia akan mengajar sebagai dosen dalam mata kuliah fiksi grafis dan seni komik. "Saya akan memberikan serangkaian kuliah, menjalankan lokakarya menulis kreatif dan mengawasi mahasiswa pasca-sarjana," ujarnya dilansir dari Guardian, Jumat (27/11/2015).
Simak: Otoritas Beijing Tutup Pameran Seni tentang Feminisme
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak 20 tahun lalu, Peeters sudah terpesona dengan segala sesuatu hal berbau industri komik dan novel grafis. "Ketika saya mulai penelitian, saya berharap perkembangan komik akan melesat dan kemungkinan-kemungkinan baru untuk novel grafik," tuturnya.
Selain penulis biografi Tintin, Peeters juga penulis biografi di abad ke-19 bagi pelopor seni komik Rodolphe TΓΆpffer dan filsuf Prancis Derrida. Dengan posisinya sebagai profesor komik, ia berencana akan melanjutkan penelitian.
Baca Juga: Pertunjukan Sisir Tanah Meriahkan Biennale Jogja XIII
Khususnya tentang hubungan antara sejarah fiksi grafis dan penciptaan kontemporer antara Prancis dan Belgia. Serta antara dunia komik dan novel grafis. Selain mengajar sebagai dosen dan penelitian, peran Peeters dengan Universitas Lancaster sudah terjalin sejak Oktober lalu. Saat Festival Seni Komik Lakes yang bertaraf internasional menjadikan Peeters sebagai pembimbing.
"Kami senang pihak universitas mengakui kekuatan dari seni komik untuk kehidupan budaya Inggris. Dan menempatkan media komik setara dengan bentuk kesenian lainnya," ucap Direktur Festival Julie Tait.
(tia/ron)











































