Aliansyah Caniago hadir untuk pertama kalinya di ajang bergengsi Art Stage Singapore 2016 yang akan diadakan pada 21-24 Januari di Marina Bay Sands, Singapura. Dia merupakan salah satu seniman yang terpilih untuk program Southeast Asia Forum. Aliansyah Caniago hadir untuk pertama kalinya di ajang bergengsi Art Stage Singapore 2016 yang akan diadakan pada 21-24 Januari di Marina Bay Sands,
Kali ini, forum yang berjudul 'Seismograph: Sensing the City- Art in the Urban Age' tersebut mengangkat isu global yang berdampak pada masyarakat dan kehidupan. Khususnya persoalan lingkungan hidup.
"Saya juga tidak tahu kenapa terpilih. Mungkin karena karya instalasi dan video art yang saya buat sama dengan visi misi Southeast Asia Forum," katanya ketika ditemui di Artotel Thamrin Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2015) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Seniman Aliansyah Caniago Bawa Instalasi Perahu Situ Ciburuy ke Singapura
"Aliansyah Caniago akan membicarakan apa yang terjadi di kotanya. Apa permasalahan lingkungan dan bagaimana proyek itu masih berlangsung sampai sekarang ini," tambah pendiri Art Stage Singapore Lorenzo Rudolf.
Selain Alin, ada 10 seniman mancanegara yang akan berpartisipasi di forum tersebut. Di antaranya adalah Norberto Roldan dari Filipina dan Sherman Ong dari Singapura. Roldan akan membawa '100 Altars' yang memberikan penghormatan kepada masyarakat korban Perang Dunia ke-2 di Filipina. Serta Sherman Ong akan membawa 'Nusantara' atau archipelago dalam bahasa Indonesia yang menyimbolkan proses migrasi dan diaspora.
Art Stage Singapore 2016 sendiri adalah perhelatan pameran seni terbesar di Singapura yang berdiri sejak 2011 lalu, kali ini Art Stage akan menampilkan 143 galeri seni dari 32 negara di 30 kota.
(tia/dal)











































