Penulisnya adalah David Mitchell yang sukses menerbitkan 'The Cloud Atlas' dan 'The Bone Clocks'. Ketika diwawancarai, Mitchell mengaku memang menyukai menulis hal-hal yang menegangkan. "Saya selalu tertarik dengan ide pintu yang tidak bisa selalu terbuka," ujarnya.
Pintu utama terkunci dan rahasia yang berada di dalam rumah menjadi sentral cerita dari novel terbaru Mitchell. Diterbitkan Oktober lalu, novel tentang rumah berhantu itu makin membuat pembacanya penasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: Seniman di Balik 'Celebs on Sandwich' yang Heboh di Instagram
'Slade House' pun menyimpan banyak peristiwa dan tragedi yang tersembunyi. Penerbit menyebut buku terbaru Mitchell merupakan sekuel dari 'The Bone Clocks' yang sukses dirilis tahun lalu. Editor David Ebershoff dari Random House mengatakan lingkup karya-karya Mitchell memang berbeda-beda.
"Cloud Atlas mencakup beberapa benua dan Slade House terbatas dengan setting satu rumah dan satu gang," ujarnya dilansir dari Wall Street Journal, Kamis (19/11/2015).
Mitchell sendiri menulis novel bergenre horor ini awalnya lewat akun Twitter pribadi. Dia memulainya dengan bab berjudul 'The Right Sort', ada 280 kicauan selama seminggu. Ceritanya tentang seorang remaja yang melakukan perjalanan naas melewati gang menuju 'Slade House'. Setelah kicauan yang membuat heboh sosial media itu Mitchell tidak lagi menulis kelanjutan ceritanya.
David Mitchell adalah penulis yang memenangkan 5 nominasi untuk Man Booker Prize. Pria kelahiran Inggris ini sekarang tinggal bersama istri dan dua anak-anaknya di kota kecil bernama Clonakilty, Irlandia.
(tia/tia)











































