"Lukisan Iswadi jadi satu-satunya lukisan yang dipajang di Jakarta Biennale sekarang," ujar kurator Putra Hidayatullah, di Gudang Sarinah, belum lama ini.
Baca Juga: 'Menolak Jawai, Bukan Jawa'
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan di karya kedua yang menampilkan seekor lalat besar berbentuk robot sedang mengisap bumi yang gersang. "Ini metafora bagi orang-orang yang mengisap hasil alam, termasuk air," ungkapnya.
Masih membicarakan isu yang sama, Iswadi juga menampilkan sebuah gelas yang besar dan bumi yang bertengger di sisinya. Tak jauh dari gelas, ada ekor lalat mengisap air yang tumpah.
Iswadi merupakan seniman kelahiran Pidie 1977 silam yang kini aktif di salah satu sanggar lukis bernama Apotek Wareuna. Iswadi pernah meraih penghargaan anugerah seni tahunan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Banda Aceh. Festival seni Jakarta Biennale 2015 masih berlangsung sampai 17 Januari 2016!
(tia/mmu)











































