detikHot

art

Berkenalan dengan Pinky Lu Xun 'Ratu Cosplay' Indonesia

Senin, 16 Nov 2015 08:11 WIB Tia Agnes Astuti - detikHot
Dok.Tia Agnes/ detikHOT Dok.Tia Agnes/ detikHOT
Dok.Tia Agnes/ detikHOT Dok.Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta -

Bagi para pecinta costume player (cosplay), nama Pinky Lu Xun sudah tak asing lagi. Di setiap ajang comic con maupun kompetisi cosplayer bertaraf internasional, ia selalu hadir menjadi juri sekaligus tamu kehormatan mewakili Indonesia.

Kiprah wanita generasi pertama cosplay di Indonesia dimulai sejak 1998 lalu. Puluhan tahun berkecimpung di ranah cosplay membuat dirinya kerap dipanggil dengan sebutan 'Ratu Cosplay' Indonesia. Ditemui di hari kedua Indonesia Comic Con 2015, Pinky membeberkan asal mula terjeremus di seni cosplay dan bagaimana panggilan 'Ratu' tersebut berasal.

"Banyak sekali yang bilang saya pionir, ratu-nya atau generasi pertama cosplayer Indonesia. Tapi saya nggak mau begitu, saya takut cosplay pemula malah takut ketemu atau segan. Padahal kita juga sama-sama lagi belajar cosplay," ucapnya dengan sikap rendah hati ketika diwawancarai di Hall B Jakarta Convention Center (JCC), kemarin.

Cosplay diakui Pinky merupakan hobi yang digelutinya karena menyukai budaya Jepang. "Saya belajar membuat kostum dengan karakter-karakter unik. Sampai sekarang sudah bikin kostum sebanyak 80 kostum," jelasnya.

Nantinya, kostum-kostum itu segera dibuatkan studio khusus atau ruang berpameran dan bebas dikunjungi oleh siapapun penggemar cosplayer Tanah Air. Namun, rencana itu masih belum terealisasi hingga kini.

Wanita yang tak ingin diketahui nama aslinya itu mengatakan kostum pertamanya adalah tokoh Athena Asamiya dari game Playstation King of Fighter di tahun 1998. Kostum yang didesain dan dijahitnya sendiri biasanya membutuhkan waktu minimal 5 hari tapi ada juga yang diselesaikan berbulan-bulan lamanya.

Pinky tak hanya dikenal sebagai cosplayer Tanah Air tapi dia kerap diundang ke berbagai event internasional di Filipina, Singapura, Malaysia, dan Australia. Tahun lalu, Pinky juga pernah menjadi juri dari ajang AFA Regional Cosplay Championship (ARCC) pada 15-17 Agustus 2014.

Di akhir wawancara, Pinky mengingatkan bahwa kostum karakter yang sering dipakainya sama saja seperti berada di dunia teater dan film. "Bagi saya ini permainan karakter, ketika tanpa kostum maka saya kembali ke dunia nyata. Bekerja sebagai arsitek dan menjalani hidup seperti sehari-hari. Jangan sampai kebablasan!" tegasnya mengingatkan.

Dalam ajang Indonesia Comic Con 2015 yang baru saja digelar akhir pekan lalu, Pinky pun dipercaya sebagai juri kompetisi. Bersama dengan cosplayer Amerika Nicole Marie Jean, Octavianus Rizky dan Olivie asal Hong.


(tia/tia)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com