Mereka adalah Cut Putri asal Banda Aceh yang buat mural di Komunitas Paseban, Jakarta Pusat. Dari Jakarta, ada 4 seniman yang berpartisipasi yakni Aprilia Apsari dan Wonderyash di Rusunawa Marunda, Jakarta Utara. Serta Sanchia T.Hamidjaja di Petamburan, Jakarta Barat .
Seniman yang terakhir adalah Marishka Soekarna asal Depok. Dia membuat mural di Taman Kanak-kanak (TK) di Penjaringan, Jakarta Utara. Ketika detikHOT mengunjungi Gudang Sarinah, kelimanya pun tengah menciptakan mural di gudang pertama Sarinah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengundang ke-5 seniman untuk membuat mural dan merespons ruang-ruang publik di sudut wilayah yang tidak pernah terpikirkan dibuatkan mural. Ada TK, sekolah, dan dinding rusunawa," ucapnya dalam temu media, kemarin.
Selain mural ke-5 seniman perempuan, Jakarta Biennale juga mengisi ruang-ruang kota melalui proses kerja bareng komunitas di beberapa wilayah ibukota. Seperti Condet, Penjaringan, Pejagalan, Petamburan, Marunda, Jatiwangi di Jawa Barat, dan area pinggir Kali Surabaya, Jawa Timur.
Festival dia tahunan yang menampilkan 42 seniman Indonesia dan 28 seniman internasional mancanegara ini akan dibuka pada 14 November pukul 16.00 WIB mendatang.
(tia/dal)











































