Karya lukisannya pun memadukan antara ciri khas warisan budaya dan pola dot yang eye-catching. "Saya melukisnya di papan surfing, skateboard, dayung dan sepatu," ucapnya dikutip dari My Modern Metropolis, Rabu (11/11/2015).
Melukis di atas papan surfing sudah digarapnya sejak beberapa tahun lalu. Saat itu, ia ditugaskan untuk membuat mural untuk sekolah dasar setempat. Dari situ, respons positif didapatkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak pihak atau surfer yang meminta papannya saya lukis. Menurut mereka, ada aspek unik dari budaya Australia," lanjutnya lagi.
Setiap potongan yang dilukisnya bisa diselesaikan dalam waktu bulan. Saat melukis, Bennett-Brook tidak akan membuat sketsanya terlebih dahulu tapi hanya membayangkan imajinasi di benaknya lalu menggambar.
Baca Juga: Puisi Gunung Sampai Kontroversi Gunung Padang Dibahas di BWCF 2015
"Yang terpenting saya menggunakan pola dot dengan unsur budaya di atas papan yang saya lukis," ucap Bennett-Brook.
Karya-karya bisa dicek di http://www.saltwaterdreamtime.com/.
(tia/mmu)











































