Rangga Riantiarno yang ikut bermain di lakon adaptasi naskah klasik Rusia ciptaan Nikolai Gogol itu mengatakan ada beberapa kesulitan dan tantangannya dalam memadukan gaya Eropa dan pewayangan.
"Gaya Eropa dan wayang ini yang bikin sulit tapi akhirnya bisa tek tok sama pemain lainnya juga. Karena kan gerakannya dan cara bertuturnya juga ada yang khas wayang orang," tuturnya usai gladi resik di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Kamis (5/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Teater Koma Gunakan Artistik Sandiwara Cirebon di Panggung 'Inspektur Jenderal'
"Dari dua pementasan wayang sudah cukup referensi, dan memang bisa pakai gerakan wayang. Dimodifikasi sedikit-dikit dan pakai referensi itu," jelasnya.
Selain itu, di antara semua adegan yang dilakoni Rangga di atas panggung 'Inspektur Jenderal', ada satu adegan yang paling membuatnya berkesan dan tertantang memerankannya. Yakni, ketika dirinya menyanyi lagu 'mabok'.
"Fero bikin lagunya sangat mengerikan, dari lambat jadi cepet. Tapi untungnya orang-orang pada ngikutin lagunya," pungkas Rangga.
'Inspektur Jenderal' akan dibuka untuk publik nanti malam di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) Pasar Baru. Tiketnya dibanderol dari harga Rp 75 ribu sampai Rp 350 ribu. Jangan sampai ketinggalan aksi Rangga Riantiarno, Budi Ros, 5 Panakawan wanita yang centil, serta pemain lainnya!
(tia/dal)











































