Pentolan grup musik The Smiths, Morrissey baru saja menerbitkan novel perdananya 'List of the Lost'. Namun, debutnya dianggap sebagai karya mengerikan dan mendapatkan kritikan tajam.
Diwawancara oleh Guardian, Kamis (5/11/2015), ia mengaku sangat percaya dengan kebebasan berekspresi. "Kalau pun harus mengkritik, kritikus mengatakan apa yang mereka harus katakan," ucapnya.
Morrissey kembali melanjutkan, "Tapi sering kali kritikan menyerang saya sebagai manusia dan tidak ada hubungannya dengan apa yang baru saja mereka baca," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novel 'List of the Lost' dirilis pada September lalu. Pengkritik Morrissey mengatakan alur ceritanya buruk. "Anda tidak dapat bekerja di luar apa yang Anda pikirkan, karena penulis seharus menulis bukan apa yang sebenarnya ia tulis," ucap Morrissey mengutip perkataan kritikus
Bukunya mengisahkan tentang tim lari estafet yang terdiri dari empat orang di tahun 1970-an. Namun, salah satu anggotanya membunuh seorang pria di hutan. Para kritikus menyoroti karakternya dan pendekatan yang dipakai oleh Morrissey.
Salah satu kritikus Michael Hann mendesak pembaca untuk tidak membeli buku. "Jangan menodai diri Anda dengan bacaan tak bermutu! Tak peduli seberapa menggodanya buku itu!" tegasnya.
(tia/tia)










































