Terletak di lantai dua, karya seni seperti maket pembangunan properti itu adalah karya perupa Song Sung Jin. Ia mentransformasikan ruang umum menjadi ruang budaya yang kini ngetren di seluruh dunia.
Terinspirasi oleh sebuah kawasan pemukiman di Busan yaitu desa Gamcheon, Sung Jin membuat simbol memori kolektif dan kemiskinan Korea. Kawasan tersebut pertama kali diciptakan oleh pengungsi Perang Korea di tahun 1950.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadinya yang tinggal di situ imigran, korban perang, dan sebenarnya tidak ideal untuk ditempati. Tapi pemerintah kota membuatnya jadi menarik, atap rumah pekarangannya jadi rumah warga dan didesain secara artistik," ucap kurator Evelyn Huang kepada detikHOT, Jumat (30/10/2015).
Setiap rumah di desa Gamcheon, dibuatkan mural dan seni jalanan lainnya. Sehingga lebih indah, artistik dan enak dilihat.
"Sung Jin merespons proyek desa budaya oleh seniman setepat selama beberapa tahun terakhir," kata Evelyn.
Baca Juga: Soal Penolakan 'Boikot Budaya' Israel, Ini Penjelasan JK Rowling!
Dalam karyanya, ia menyimbolkan desa yang dulunya dianggap 'distopis' bertransformasi menjadi ruang kultural yang 'utopis'. Kini, desa tersebut menarik perhatian pengunjung seluruh dunia.
Pameran' City, Remembrance and Reimagining' digelar sampai 8 November di Edwin Gallery, Kemang, Jakarta Selatan.
(tia/mmu)











































