Bahkan, karyanya tersebut pernah dipamerkannya sampai ke Negeri Sakura tahun lalu. Ditemui di Japan Foundation usai jumpa pers 'The 10th Indonesian-Japan Cultural Exchange', Lalita menceritakan bagaimana karya seninya diciptakan.
"Batik yang saya buat menggunakan pewarna alam. Secara alamiah, prosesnya sama saja seperti membatik tapi yang beda adalah motif dan pewarna yang saya pakai," ungkapnya, Kamis (22/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kediaman pribadinya sekaligus studio seni tempat Lalita bekerja, ia menciptakan motif khas Jepang. Gambar-gambar pemandangan musim gugur menarik perhatiannya, lalu Lalita mencoba menggambarnya di atas selembar kain yang akan dibuatkan batik. Kemudian, saat pewarna ia memiliki warna yang tak biasa.
"Karena mengawinkan dua budaya, saya pakai motif Jepang dan warna dari kayu-kayuan Indonesia seperti secang, jelawe, tingi, indigo, mahoni, dan lain-lain," katanya.
Simak Juga: Perjalanan Barasuara Hingga Rilis Album Perdana
Tahun lalu, perupa yang berdomisili di Bali membawa batik buatannya ke Tokyo bersama Kementerian Perdagangan. Di sana, pecinta seni, pengrajin maupun masyarakat langsung jatuh hati dengan kreasi Lalita. "Sekarang, saya kembali akan menampilkannya di Jakarta," pungkas Lalita.
Selain itu, di pameran kolektif bersama seniman Jepang, Lalita juga akan memajang lukisan dengan konsep 'interior on canvas'. Seperti apa karya seni Lalita? Pameran persahabatan Jepang-Indonesia dibuka pada 28 Oktober mendatang di Galeri 678 Kemang!
(tia/ron)










































