Pameran seni rupa kontemporer dari seniman-seniman Asia Timur sampai negara-negara ASEAN merepresentasikan dan menukarkan ide serta praktek artistiknya sesuai negara asalnya. Seperti Manila, Busan, Phnom Penh, Bangkok, Yangon, dan lain-lain.
Dalam keterangannya kepada detikHOT, Kamis (22/10/2015), pameran akan terbagi dalam tiga tema. Yaitu 'Urban Structure & Megalopolis' yang memfokuskan pada seniman dan memperhatikan perluasan wilayah kota serta kehidupan urban di Asia. Kedua, 'History & Cultural Space' menaungi seniman yang mengunjungi kembali isu-isu seputar warisan budaya dan konservasinya. Terakhir, tentang 'City & Human' merupakan cara bagi seniman menempatkan kota sebagai sumber kisah yang menceritakan sebuah hubungan baru antara kota, manusia, dan seni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan menampilkan latar belakang negara yang berbeda, pameran menampilkan lukisan, foto, instalasi, graffiti, dan video, pameran ini menampilkan variasi sudut pandang kultural dan historis mengenai kota di wilayah Asia.
'City, Remembrance, and Reimagining' akan diselenggarakan pada 28 Oktober sampai 8 November 2015 di Edwin Gallery, Kemang, Jakarta Selatan. Pameran dibuka oleh Mr. Suh Jeong In, duta besar dari The Mission of the Republic of Korea to ASEAN dan turut dihadiri oleh semua seniman yang berpartisipasi untuk memperkenalkan keunikan seni rupa kontemporer Asia.
(tia/tia)











































