Dalam sebuah wawancara, seperti dikutip dari New York Review of Books, keduanya tengah membahas mengenai hal sepele, bukan pandangan politik penulis terhadap Obama. Serta perjuangan Obama menjadi presiden.
Robinson mengatakan, dirinya berterima kasih dengan karier akademik yang membuatnya mudah menjadi penulis. "Saya berutang budi dengan asal usul saya dan sekeliling yang memudahkan saya menulis buku," ucap peraih Pulitzer dari novel 'Gilead'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia pun tak menolak dengan gelar teologi sebagai latar belakang pendidikan. Banyak persoalan maupun isu-isu agama yang pernah ditulis Robinson, tanpa takut menyinggung etika moralitas dari agama tertentu. Ia berani menulis tentang ketakutan jemaat agama Kristen, dan lain-lain.
"Kita harus berpikir demokrasi adalah memperlakukan orang lain dengan baik, bukan perasaan takut. Ketika orang membuat teori-teori konspirasi tampaknya Anda baik tapi sebenarnya jahat," ujarnya.
Setelah teori konspirasi dan isu sensitif mengenai agama, Robinson dan Obama kembali berbicara mengenai 'ide cerita' dan perubahan globalisasi yang terjadi di Amerika.
Selain meraih Pulitzer Prize kategori fiksi di tahun 2005, Robinson pernah menerima penghargaan Man Booker dan National Humanities Medal di tahun 2012.
(tia/mmu)











































