Usai menonton dua cuplikan dari 'The Sound of Music', awak media partner dipersilakan melihat-lihat backstage dengan dibagi dua tim. "Ada dua sisi panggung yang berbeda fungsi," ucap Direktur Artistik Panggung Guy Ongley, Selasa (6/10/2015).
Ongley menyebutkan di sisi kiri terdapat perlengkapan para pemain dan artistik yang didatangkan langsung dari London. "Perlengkapan dimasukkan dalam 10 kontainer. Ada kostum, artistik panggung, peralatan dan semua kebutuhan kru," ujar Ongley menerangkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Ongley menjelaskan artistik panggung yang menampilkan gambar pegunungan yang juga dibuat tim West End Musical Theater di London. Dinding yang dibuat seperti pintu dan dapat digeser tersebut setinggi lebih dari lima meter. Latar belakang panggung yang berbeda dan efisien mengharuskan tim mengganti setting secara cepat.
Tiba di sisi kanan, pemandangan awak media berbeda dari sebelumnya. Bagian ini menampilkan tempat kru multimedia, video, dan teknologi bermain. "Di sini sangat ramai dan panas. Benar-benar sibuk sekali!"
Lalu, di mana ruang bagi para pemusik memainkan alat musiknya?
Tak seperti gedung maupun ruang pertunjukan biasanya di Tanah Air, para pemusik mendapatkan bagian di antara panggung utama dan kursi penonton. Di antara jarak kosong tersebut ada ruangan bagi para pemusik. "Mereka bermain di sini. Dan tentu saja tidak menganggu pandangan mata dari penonton ke para pemain," jelasnya.
Dengan begitu, tur backstage yang singkat pun usai. Ruang teater berkapasitas 1300 kursi di Ciputra Artpreneur Jakarta akan terisi penuh pukul 20.00 WIB nanti malam. Pementasan yang melibatkan 80 cast dan crew dari produksi West End London akan memanjakan mata dan telinga para penonton dengan lagu-lagu khas 'The Sound of Music'!
(tia/mmu)











































