Dilansir dari Guardian, Selasa (29/9/2015), bukunya diterjemahkan dalam bahasa Ingris oleh Virginia Jewiss dengan judul 'The Zero Zero' Juli lalu.
Bukunya disebut berhasil mengungkap lingkaran dunia narkoba dan uang kotor yang ada dalam institusi keamanan di negaranya. Ia mewawancarai, menyadap, dan terjun langsung dalam dunia kriminal untuk mendalami risetnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, menurut wartawan Daily Beast, Michael Moynihan mengatakan buku tersebut berisi pelaporan dan wawancara dari narasumber yang tak dikenal. "Jelas sekali, ada banyak contoh plagiarisme di dalam bukunya," ungkapnya.
Selain itu, Moynihan membandingkan bab per bab di 'The Zero Zero' dengan banyak potongan di Wikipedia, Los Angeles Times, dan St.Petersburg Times. Ia juga menuduh Saviano menciptakan wawancara, membuat pertemuan fiksi dengan sumber dari Guatemala.
Tapi penulis Saviano yang meraih PEN/Pinter International di tahun 2011 membela diri. Ia menegaskan tidak ada karakter yang diciptakan. "Dari awal sampai akhir, adalah nyata," ujarnya.
Buku ini adalah novel non-fiksi dengan metode kronik. "Aku bukan seorang wartawan tapi penulis yang menceritakan fakta-fakta nyata dan menulisnya dengan gaya investigasi."
"Pembaca membaca novel apapun yang terjadi. Hal ini disebut sebagai novel non-fiksi," tutup Saviano.
(tia/tia)











































