Erasmus Huis adalah sebuah lembaga kebudayaan Kerajaan Belanda yang berdiri di Indonesia sejak tahun 1970. Pertama kali menempati sebuah gedung di Jalan Menteng Raya 25, lembaga ini diresmikan oleh Pangeran Bernard pada saat itu. Erasmus sendiri adalah nama dari seorang akademisi Belanda dan humanis Renaissance bernama Desiderius Erasmus yang lahir pada tahun 1466 di Rotterdam.
Direktur Erasmus Huis, Michael Rauner mengungkapkan kebahagiaannya dengan 45 tahun berdirinya Erasmus Huis di Indonesia. "Kami berhasil mengembangkan upaya pemahaman budaya antar dua negara, Indonesia dan Belanda, dimana antar kedua negara ini dihubungkan oleh sejarah yang sarat akan perpaduan budaya," katanya, Selasa (29/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Simak: 12 Seniman Indonesia Pamer Karya di Beijing International Art Biennale
Erasmus Huis juga senantiasa menjalin kerja sama kebudayaan dengan berbagai lembaga pendidikan di Indonesia seperti Institut Kesenian Jakarta, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor ISI Surakarta, ISI Yogyakarta, serta institusi kesenian seperti EKI Dance Company dan berbagai sekolah musik di Indonesia.
Setelah 45 tahun perjalanannya, Erasmus Huis tetap berkomitmen untuk terus melanjutkan hubungan antara Indonesia dan Belanda melalui misi kebudayaan. Ke depannya, Erasmus Huis akan meluncurkan berbagai program yang menarik seperti kerja sama dan membuat lokakarya antara band dan DJ dari Indonesia dengan band dan DJ dari Belanda.
"Kami percaya bahwa yang selama ini kami lakukan memberikan dampak positif bagi hubungan Indonesia â Belanda, sehingga kami akan terus bersemangat untuk menjalin hubungan kebudayaan yang lebih erat di tahun-tahun mendatang," tutup Michael.
(tia/tia)











































