3 Perempuan 'Menggoyang' Panggung Teater Monolog

3 Perempuan 'Menggoyang' Panggung Teater Monolog

Tia Agnes Astuti - detikHot
Sabtu, 26 Sep 2015 10:06 WIB
3 Perempuan Menggoyang Panggung Teater Monolog
Jakarta - Happy Salma masuk ke atas panggung dengan dandanan menor dan pakaian manggung ala penyanyi pantura. Tubuh seksinya menambah semarak goyangan yang ditampilkan di Graha Bakti Budaya, TIM, tadi malam. Nama goyangan aduhai itu 'Si Goyang Galau'.

Sebelumnya, Inayah Wahid yang menjadi buruh cuci tampil eksentrik dengan perangkat mencucinya di atas panggung. Berperan sebagai Wagiyem, Inayah berbicara dengan bahasa ngapak khas Banyumasan.

"Inyong.. paling jago soal ngeremes-remes. Kalo inyong ngeremes aer-nya keluar semuanya nih," tutur putri bungsu Gusdur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Olga Lydia berbeda lagi. Lengkap dengan gaun kelas atas dan tas-tas belanjaan hasil berburu di mal membuatnya lebih sophisticated dibandingkan dua perempuannya lainnya. Setiap harinya, ia sibuk belanja online dan rapat dengan istri pengurus partai.

Lakon yang dimainkan tiga perempuan tersebut berjudul Teater Monolog '#3Perempuanku, Bukan Bunga Bukan Lelaki'. Pertunjukan yang diselenggarakan oleh Arcana Foundation dan Djarum Apresiasi Budaya diadaptasi dari naskah buku Monolog Politik karya Putu Fajar Arcana.

"Waktu pertama baca, naskah ini memang dekat dengan kekinian yang terjadi di masyarakat. Perselingkuhan, KDRT, korupsi cinta, punya istri banyak, pejabat nggak bener, dan hal-hal negatif yang sehari-hari terjadi di bangsa Indonesia," kata sutradara Rangga Bhuana Riantiarno usai pentas, Jumat (25/9/2015).

Lakon monolog dengan 3 karakter yang terbeda, sama sekali tidak terjadi dialog di antara mereka. "Kata kuncinya ada pada anggota parlemen yang korupsi dan menjadi suami mereka."

Dilengkapi dengan aksi teknologi multimedia video mapping oleh Ade Budi Wahono, artistik oleh Jose R.Kurniawan, dan tata cahaya Herry W.Nughroho pentas ini menjadi lebih megah dari lakon monolog biasanya. Aksi Dewa Budjana dan kawan-kawannya secara live di atas panggung juga membuatnya terasa hidup.

"Penonton tidak melihatnya sebagai monolog. Tapi monolog ala konser," tutur putra pendiri dari Teater Koma ini.

Penulis naskah Putu Fajar Arcana pun mengungkapkan isu kekerasan kepada perempuan masih terus terjadi sampai sekarang ini. Banyak yang hidup dengan anak-anaknya tanpa mendapat nafkah dari suami. "Sama seperti kisah Wagiyem, Renata yang tahu suaminya sudah bersuami tapi demi politik mau menikah, dan Liza yang berpikir pendek," katanya.

Pertunjukan '#3Perempuanku, Bukan Bunga Bukan Politik' dapat disaksikan di Graha Bakti Budaya (GBB), TIM, malam ini pukul 20.00 WIB. Tiketnya dibanderol Rp 300 ribu (VVIP), Rp 200 ribu (VIP), dan Rp 100 ribu (balkon). Jangan sampai kelewatan!

(tia/fk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads