Karyanya yang paling populer berjudul 'Freedom Graffiti' yang menyimbolkan lukisannya Gustav Klimt dengan 'The Kiss'. Dalam sebuah wawancara, Azzam menuturkan alasannya memilih ikon cinta di grafiti.
"Saya memilih kisah cinta di balik dinding ini yang dihapuskan orang-orang dengan mesin perang," katanya dilansir dari Independent, Rabu (9/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada unsur kritik yang saya buat dengan gaya Barat tapi penekanannya kepada seluruh warga dunia," kata Azzam.
Selain berpartisipasi di 'Dismaland', Azzam juga menyumbangkan karya untuk pameran 'ART4PEACE' di London. Termasuk sebuah gambar bangunan Suriah yang dibom dan diangkut di depan menara 9/11.
Kini, seniman yang sudah meninggalkan Suriah itu tetap berkarya di rumah barunya. Ia merasa tetap harus membantu pengungsi Suriah dan berbuat banyak melalui karya seni.
'ART4PEACE' tetap diselenggarakan hingga 12 September di The Old Truman Brewery, London bagian timur.











































