Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Kacung Marijan mengatakan festival tahunan ini melestarikan seni teater bagi generasi penerus.
"Tujuan program ini agar anak-anak di seluruh Indonesia mengenal teater dan mengapresiasi kesenian ini dan agar sanggar seni bergerak maju terus," ucapnya di Graha Bakti Budaya (GBB), Kompleks TIM, beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah peserta kali ini berusia antara 8 hingga 13 tahun dan tersebar di 34 provinsi Indonesia. Kali ini, tim juri yang terlibat adalah Jose Rizal Manua dari Teater Tanah Air, Ine Febriyanti, Aditya Gumay, Rita Matumona, dan Seno Joko Suyono.
Setiap kelompok teater juga mengangkat cerita rakyat dari wilayahnya masing-masing. Seperti yang dilakukan oleh generasi kedua dari Sanggar Iriantos George Yomaki.
Ia bersama 15 anak-anak yang bermain di Festival Nasional Teater Anak-anak 2015 membawakan cerita tentang pohon sagu. "Di tempat kami, pohon sagu sudah jarang ditemui di hutan dan kami mengangkat cerita tentang proses penanaman pohon sagu tapi dengan nuansa yang enerjik," ungkap George.
Jangan lupa baca HOT Feature, Luna Maya Versus Aura Kasih, Siapa yang Lebih Seksi?
(tia/ron)











































