Menampilkan Indonesia yang Kekinian Lewat Sosok JFlow

Laporan dari Frankfurt

Menampilkan Indonesia yang Kekinian Lewat Sosok JFlow

Is Mujiarso - detikHot
Senin, 31 Agu 2015 14:54 WIB
Menampilkan Indonesia yang Kekinian Lewat Sosok JFlow
Dok.Is Mujiarso/ detikHOT
Frankfurt - "Suara saya habis, pas acaranya juga habis," ujar Slamet Rahardjo dengan nada penuh kelegaan. Delegasi seniman Indonesia yang dipimpinnya telah sukses menyedot perhatian warga Jerman dan sekitarnya lewat penampilan di panggung Museumsuferfest yang digelar di Frankfurt, Jumat (28/8) hingga Minggu (30/8).

"Selama 6 bulan menyiapkan ini semua, banyak hal yang harus kami yakinkan untuk mendapatkan dana yang tepat. Maka saya melaporkan kepada rakyat Indonesia, bahwa misi untuk mem-branding Indonesia sebagai negara yang inspiratif ternyata diterima dengan baik, dan membuat mereka (masyarakat Jerman) kagum," tutur Slamet.

Sepanjang tahun 2015, Indonesia memanfaatkan berbagai acara seni-budaya di Jerman sebagai jalan untuk memperkenalkan diri sebelum Oktober nanti tampil sebagai Guest of Honor di Frankfurt Book Fair 2015. Setelah membawa rombongan sastrawan ke Leipzig Book Fair, Maret lalu, kali ini Komite Nasional Indonesia untuk FBF 2015 yang diketuai Goenawan Mohamad mengirimkan tim seniman untuk menjadi Tamu Utama di Museumsuferfest.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain mengusung pertunjukan seni tradisional, komite juga memperkenalkan wajah lain Indonesia yang modern lewat penyanyi-penyanyi muda. Salah satu yang menghidupkan panggung Indonesia di tepi Sungai Main selama tiga hari tersebut adalah penyanyi hip hop JFlow. Ditemui usai acara penutupan, Minggu malam, JFlow tampak bangga dan bersemangat telah ikut menyukseskan misi Indonesia tersebut.

"Ini harusnya bisa jadi standar baru penampilan setiap delegasi Indonesia di luar negeri. Ternyata setiap kita kirim tim kebudayaan harus balance, ada tradisionalnya dan harus bawa yang modern, itu masing-masing ada segmennya," ujar penyanyi yang membawa bendera merah putih ukuran besar yang disempangkan di punggungnya itu.

Selama tiga hari, panggung Indonesia menampilkan berbagai aksi mulai dari pukul 11.00 hingga tengah malam, dan selalu dipadati penonton. "Yang datang jam 4 sore dan 10 malam itu beda. Maka perlu sajian yang berbeda. Semua hepi, yang nyari pertunjukan tradisional dapat penampilan luar biasa dari Kua Etnika, barong dan gandrung Banyuwangi serta Dwiki Dharmawan," ujarnya.

"Yang ingin melihat Indonesia hari ini, dapat penampilan dari Dira Sugandi, Mian Tiara dan Sri Hanuraga serta Bonita and the Hus Band. Sementara yang mencari Indonesia masa depan, dapat dari (musik) saya, Indonesia yang kekinian," sambungnya merinci. Kata yang terakhir diucapkannya itu tak lain ada salah satu judul lagunya sendiri.

JFlow pun menyimpulkan, mulai sekarang, untuk memperkenalkan Indonesia di luar negeri perlu menggunakan formula tersebut. β€œIndonesia yang punya budaya tradisional dan Indonesia yang menapak ke depan,” tandasnya.

Ngomong-ngomong soal bendera yang berkibar di punggungnya, JFlow mengungkapkan, dirinya sengaja membeli dari Indonesia sebelum berangkat ke Frankfurt.

β€œSaya berangkat tanggal 26, tanggal 25-nya nyari ke pasar dimarahin sama yang jual, gimana sih bos, 17 kan sudah lewat kok baru nyari bendera merah putih,” tuturnya. Demi memperkenalkan Indonesia di Jerman!

(mmu/tia)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads