Kurator pameran Etienne Turpin mengatakan kemungkinan besar karya seni dan sebagian koleksi yang dipamerkan kali ini akan dibawa ke Jerman. "Sebagian besar akan dibawa dan sebagian lainnya berbeda dengan yang di Jakarta," ungkapnya kepada detikHOT, belum lama ini.
Simak: Dari Muara Angke ke Ciliwung, Ini Lokasi 'Roadshow Art on The Spot'
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eksibisi yang menampilkan pertemuan antara seni dan sains ini dianggap Etienne terbilang unik. Pasalnya, bukan hanya koleksi-koleksi temuan Wallace yang ada di Museum Zoologi Bogor saja tapi juga apresiasi dari para seniman. Mereka tidak diberikan syarat dan kewajiban menciptakan karya seni dengan teknik dan medium tertentu, namun dibebaskan.
Baca Juga: Komik Romantis Khas Indonesia 'Grey&Jingga' Segera Terbit di Jepang
Jika Anda tengah belajar dan meneliti jejak Wallace, singgahlah ke pameran '125.660 Spesimen Sejarah Alam'. Eksibisi ini masih ada hingga 15 September mendatang dan diisi oleh serangkaian acara untuk memeriahkannya di Komunitas Salihara.











































