Di FBF kali ini, para penerbit Indonesia akan fokus mempromosikan dan menjual sebanyak mungkin hak cipta dari buku-buku terbitan Tanah Air. Ketua Komite Nasional Goenawan Mohamad mengatakan, jika biasanya penerbit datang membeli hak cipta maka kini mereka akan menjualnya.
"Kalau selama ini kurang memperhatikan pasar internasional, mereka bisa melihat bahwa selera pasar internasional bisa jadi standar baru pasar dalam negeri yang makin canggih," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima detikHOT, Kamis (13/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Frankfurt Book Fair 2015 mudah-mudahan jadi titik balik para penerbit Indonesia. Serta satu awal perubahan yang lebih baik," harap Goenawan.
Para penerbit yang akan berangkat ini dipilih karena mewakili keberagaman jenis buku di Indonesia, mulai dari art books, buku anak, humaniora, sastra, dan lain sebagainya. Dengan demikian, menjadi Tamu Kehormatan tak hanya merupakan langkah penting memperkenalkan lebih banyak buku dari Indonesia kepada dunia internasional, tapi juga penting untuk mengasah para penerbit agar dapat meningkatkan industri buku di dalam negeri.
Berikut 33 penerbit yang ikut di FBF 2015:
1 Afterhours Books
2 PT Tiga Serangkai
3 PT Imaji Media Pustaka
4 Bhuana Ilmu Populer
5 Lily & Eddy
6 Litara
7 Zikrul Hakim Bestari
8 Wahana Inspirasi Nusantara
9 AmazingEdu
10 AR & Co
11 Kumata Studio
12 PT Buqu Global
13 UGM Press
14 Gramedia Pustaka Utama
15 Komunitas Buku Bersama Bandung
16 Kesaint Blanc
17 Komunitas Bambu18 Marjin Kiri
19 Trubus Swadaya
20 Pustaka Obor Indonesia
21 Penerbit Erlangga
22 Penerbit Republika
23 PT Balai Pustaka
24 PT Gramedia (Printing)
25 PT Kanisius
26 PT Kapasari
27 PT Mizan Publishing House
28 PT Ramaja Rosda Karya
29 PT Sukarya & Sukarya Pandetama
30 The Lontar Foundation
31 APPTI - Indonesian University Presses Association
32 Sygma Esa Media
33 Borobudur Literary Agency
(tia/mmu)











































