Menurut The Sunday Times, seperti dilansir detikHOT, Rabu (29/7/2015), keputusan yang dibuat Johnson ketika tengah menjabat sebagai anggota parlemen sekaligus Walikota London itu cukup sulit.
"Yah, profesi penulis seperti waktu yang nol. Tidak ada jam kantor, beda dengan anggota parlemen yang saya anggap juga sebagai pengabdian," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan biografi Shakespeare akan diluncurkan bersama dengan peringatan 400 tahunnya Bard di Inggris. Nantinya, buku tersebut diprediksi akan menyaingi buku para kritikus lain seperti James Shapiro, Stanley Wells, Paul Edmondson, dan novelis Jeanette Winterson.
Untuk menulis biografi Shakespeare, ia menyepakati honor jasa penulisan senilai Β£ 500.000 atau sekitar Rp 10,5 miliar.
(tia/mmu)











































