Kurator Seni di Guangzhou Diduga Menjual 140 Lukisan Palsu

Kurator Seni di Guangzhou Diduga Menjual 140 Lukisan Palsu

Tia Agnes Astuti - detikHot
Kamis, 23 Jul 2015 10:22 WIB
Kurator Seni di Guangzhou Diduga Menjual 140 Lukisan Palsu
Dok.BBC
Jakarta -

Selain kabar pengembalian paspor seniman Ai Weiwei, masih ada satu kabar mengejutkan lagi dari dunia seni Tiongkok. Seorang kurator seni mengganti 140 lukisan maestro dengan yang palsu lalu menjualnya.

Dilansir dari BBC, Kamis (23/7/2015), kurator seni di Guangzhou Academy of Fine Arts, Tiongkok bagian selatan itu bernama Xiao Yuan, 57 tahun. Dalam pembelaannya di pengadilan Guangzhou, ia mengklaim sejak bekerja di sana ia sama sekali tidak tahu tentang lukisan palsu tersebut.

"Saya menyadari memang ada orang lain yang mengganti lukisan para maestro itu sebelum saya bekerja di sana dan karya itu sangat buruk. Tapi saya sama sekali tidak tahu tentang 140 lukisan ini," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simak: Siapakah Ai Weiwei, Seniman Tiongkok Paling Berpengaruh di Dunia?

Yuan memiliki akses dan memegang kunci gudang penyimpanan universitas. Ia juga punya wewenang untuk memajang dan memasukkan kembali karya-karya tersebut ke dalam gudang.

Meski begitu, Yuan mengklaim sama sekali tak tahu. Di data pengadilan, ia tercatat menjual 140 lukisan palsu antara tahun 2004 hingga 2011 silam. Keuntungannya pun mencapai Rp 73 miliar.

Lukisan-lukisan yang dipalsukan adalah buatan maestro Zhu Da, Qi Baishi, dan Zhang Daqian. Selain itu, menurut jaksa terdapat 18 orang lainnya yang mencuri lukisan-lukisan tersebut ketika Yuan masih bekerja sebagai kurator. Karya yang dicuri termasuk lukisan abad ke-17 dan kaligrafi Tiongkok buatan Zhu Da.

Xian Yuan tengah diinvestigasi kepolisian setempat. Kini, ia sudah tak bekerja lagi di Guangzhou Academy of Fine Arts, Tiongkok. Di tahun 2012, sebuah kantor berita Xinhua melaporkan isu pemalsuan karya seni di Tiongkok makin merajalela.

(tia/tia)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads