'Tropicality Revisited', Pameran 12 Arsitek di Frankfurt Book Fair 2015

'Tropicality Revisited', Pameran 12 Arsitek di Frankfurt Book Fair 2015

Tia Agnes Astuti - detikHot
Selasa, 07 Jul 2015 12:15 WIB
Tropicality Revisited, Pameran 12 Arsitek di Frankfurt Book Fair 2015
Dok.FBF 2015
Jakarta -

Perhelatan Frankfurt Book Fair tinggal menghitung bulan. Usai menelisik persiapan buku-buku dan sastrawan yang akan diberangkatkan ke Frankfurt Book Fair, kini giliran dari sisi arsitektur Tanah Air.

Ketika dihubungi detikHOT, Selasa (7/7/2015) anggota Komite Desain untuk FBF 2015, Avianti Armand mengatakan tema 'arsitektur tropis' dipilih dengan berbagai pertimbangan. "Tema arsitektur tropis selalu relevan dan tidak pernah basi," ungkapnya.

Selama ini, Indonesia selalu dihadapkan pada masalah dan potensi iklim tropis yang ada namun sayangnya tidak pernah dibahas hanya sebagai wacana teknis. "Dalam sejarahnya, ia selalu bersinggungan dan berkaitan dengan masalah politik, ekonomi, identitas, estetik bahkan etik," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca Juga: Seniman Syaiful Garibaldi Terpilih Residensi di Korea

Tema 'arsitektur tropis' juga dianggap berkaitan dengan tema utama yang diusung Indonesia, '17000 Thousands of Imagination'. "Kami mengangkat 12 dari 17.000 upaya dan eksperimen arsitek-arsitek kontemporer Indonesia dalam upayanya menanggapi masalah ini dengan kritis dan kreatif," ujar Avianti.
Β 
Nantinya, ke-12 arsitek akan memamerkan karyanya dalam bentuk panel-panel presentasi yang berisi foto-foto, gambar-gambar teknik, dan model atau maket 3 dimensi. "Selain itu ada juga sejarah bahasan tentang Tropikalitas sebagai konteks untuk pameran ini," katanya.

Avianti bersama dengan Setiadi Sopandi yang pernah menjadi kurator Paviliun Indonesia dalam 'Biennale Arsitektur Internasional' di Venezia tahun 2014 lalu bertanggung jawab tidak hanya persoalan pameran 12 arsitek saja. Tapi juga pada seluruh aspek desain penyelenggaraan Indonesia sebagai tamu kehormatan.

Serta bertanggung jawab mulai dari desain logo, undangan, website, animasi, katalog, poster hingga desain interior Paviliun utama Indonesia yang seluas 2500 meter persegi, dan lain-lain.

"Kami para kurator (saya salah satunya) membuat se-transparan dan se-inklusif mungkin. Semua arsitek bisa ikut asal memenuhi kriteria yang kami berikan," tutupnya.

Pameran 'Tropicality Revisited' ini akan dibuka pada 29 Agustus mendatang di Frankfurt.

(tia/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads