Darbotz, Seniman Grafiti Indonesia yang Mendunia Berkat 'Monster'

Tia Agnes Astuti - detikHot
Jumat, 19 Jun 2015 10:34 WIB
Jakarta -

Jika melewati kawasan Sarinah, Thamrin Jakarta Pusat singgahlah sejenak ke sebuah hotel artistik yang dindingnya dipenuhi oleh grafiti. Karya seni yang menampilkan karakter 'kong' tersebut adalah karya dari Darbotz.

Nama Darbotz sudah melegenda hingga ke internasional dan Tanah Air. Karya-karyanya menghiasi berbagai sudut jalanan ibukota, galeri-galeri hingga ruang publik lainnya.

Tahun lalu, salah satu grafiti buatan Darbotz mejeng di Melbourne. Kota yang disebut sebagai kota-nya seniman dunia dan penuh coretan artistik di jalannya tersebut. Namun, saat itu ia tak bekerja sendirian tapi bekerja sama dengan desainer Monica Lim dengan label 'Fame Agenda'.

Di depan gedung kawasan Swanston Street, Darbotz menggambar monster sebagai ciri khasnya di depan pengunjung. Di saat yang bersamaan Monica menggelar peragaan busana. Karakter monster tetap dipakai seniman yang juga memiliki cloting line bernama 'KONG' ini.

"Karakter alter ego gue selalu ada di karya-karya yang gue bikin," ucapnya beberapa waktu lalu.

Karakter alter ego yang diucapkan pendiri seni jalanan terbesar di Indonesia atau Tembok Bomber ini berbentuk cumi. Karakter tersebut dinilainya memiliki sifat yang keras dan tangguh seperti ibukota Jakarta yang sangat dicintainya.

Sepanjang karier grafitinya selama 15 tahun ini, Darbotz terbiasa menggunakan warna-warna hitam, putih, dan abu-abu. Tapi belakangan ini, ia mengakui tengah menyukai memakai warna lain.

"Belakangan ini nggak tahu kenapa gue pake warna biru. Padahal kan biasanya tiga warna itu. Kayaknya lagi suka dan eksplor warna saja," kata Darbotz.

Street artist yang sehari-hari beraktivitas di Jakarta ini sangat menyukai kemacetan dan lalu lintas yang ribet. Baginya kondisi urban ibukota membuatnya terinspirasi dalam menciptakan grafiti.

Uniknya, ia tidak pernah menyisipkan tanda tangan sebagai identitas pembuat. Serta selalu menutup sebagian wajahnya jika dipotret oleh sebagian orang, termasuk ketika diwawancara maupun jumpa pers.

Karya grafiti Darbotz dipamerkan di berbagai ekshibisi internasional. Di antaranya Singapura, Malaysia, Hongkong, Australia sampai Prancis. Bahkan salah satu karyanya dikoleksi oleh Mizuma Gallery, Singapura. Pertengahan tahun ini, Darbotz akan menggelar pameran kolektifnya di Filipina.

Anda ingin mengikuti jejak Darbotz? Siapkan karya Anda dan segera ikuti Go AHead Challenge!

(tia/hkm)