Mark menjadi salah satu dari 86 seniman yang memajang karyanya di gelaran seni tahunan yang ke-8 tersebut. Karya berjudul 'Mimefield' itu berada di antara lukisan pelukis Bali I Nyoman Masriadi dan patung kepala manusia dan burung karya Arya Pandjalu. Para pengunjung yang datang hingga hari ketiga itu masih saja dibuat kagum.
"Sebenarnya lantai Taman Budaya Yogyakarta hanya dibobol 40 sentimeter tapi kelihatannya dalam ya," ucap penjaga pameran, ketika ditemui detikHOT di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Senin (8/6).
Para pengunjung yang ingin melihatnya lebih seksama dapat menaiki tangga yang sudah disiapkan. Dari sana, bisa kelihatan dasar kedalaman karya. "Jangan di situ, nanti bisa jatuh kena kaca dan hancurkan karya seninya," lanjut penjaganya lagi.
Baca Juga: Lukisan I Nyoman Masriadi Laku Rp 4,5 Miliar di ART|JOG|8
Dalam 'Mimefield' yang dibuatnya awal tahun ini, Mark memakai dua cermin untuk merefleksikan. Satu cermin berada di bagian atas, dan satu cermin lagi di kedalaman 40 sentimeter. Kedalaman karya yang gelap terlihat dari kain hitam yang ditembakkan oleh cahaya lampu.
Kurator ART|JOG|8 Bambang 'Toko' Witjaksono mengatakan, karya ini adalah salah satu highlight yang dipamerkan. "Kami harus meminta izin untuk membobol lantai TBY karena ini baru pertama kalinya dilakukan," katanya belum lama ini.
Gelaran ART|JOG|8 dibuka akhir pekan lalu oleh Direktur Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Triawan Munaf. Kali ini mengangkat tema 'Infinity in Flux'-The Unending Loop that Bonds the Artist and the Audience' yang merefleksikan 'fluxus'. Yakni, gerakan seni yang muncul awal 1960-an yang dipopulerkan oleh Yoko Ono dan Yayasan Imagine Peace di Islandia.
Selain itu, pameran ini juga menampilkan karya seni instalasi, art video, art performance, patung, karya kinetik atau bergerak hingga satu buah lukisan karya I Nyoman Masriadi yang berjudul 'SHANGRI-LA'. Kunjungi dan saksikan hingga 28 Juni mendatang!
(tia/mmu)











































