Selama ini penghargaan internasional seperti Pulitzer, Man Booker, National Book Prize, National Book Critics, Hugo Prize hingga Newberry ketika dikumpulkan jenis kelamin para penulisnya, justru laki-laki yang menang.
"Penulis wanita jika dikalkulasikan dari 15 buku, mayoritas menulis dari sudut pandang wanita juga," ungkapnya, Rabu (3/6/2015).
Baca Juga: Noda Darah di Bawah Lukisan Yesus Dilihat Pertama Kali Akhir 1990an
Contohnya penghargaan Man Booker antara tahun 2000 hingga 2014 dimenangkan oleh 9 buku yang semuanya tentang pria, tiga buku yang ditulis penulis perempuan tentang laki-laki dan dua buku yang ditulis penulis wanita tentang jenis kelamin yang sama pula.
Sedangkan penghargaan US National Book di periode yang sama diraih oleh 8 novel yang ditulis penulis laki-laki tentang pria, dua buku oleh wanita untuk pria, satu buku yang ditulis pria tentang keduanya, dan dua buku oleh penulis wanita tentang gender yang sama.
"Sulit sekali untuk menyimpulkan riset ini. Tentu saja akan menimbulkan banyak perdebatan, entah perempuan dianggap tidak menarik atau tidak layak," ucap Griffith.
Griffth yang juga seorang penulis Inggris-Amerika yang tinggal di Seattle ini mengatakan hasil ini sedikit menyedihkan di industri penerbitkan. "Bisahkan kita memperbaikinya?"
Dengan penelitian tersebut, ia dan timnya berharap semoga akan lebih banyak genre penghargaan dengan para penulis dan isu yang lebih banyak lagi.
(Tia Agnes Astuti/Is Mujiarso)










































