Kelas ini mengajarkan 100 orang lansia mengenai grafiti. Mereka membuat stensil sendiri dan menggambarnya di tembok.
"Kelas ini pertama kali dikembangkan saat Urban Art Festival dengan tujuan menjembatani kesenjangan antara anak muda dengan lansia yang belum mengenai budaya ini," ungkap perwakilan LATA 65, seperti dilansir detikHOT, Rabu (3/6/2015).
Simak: Noda Darah di Bawah Lukisan Yesus Dilihat Pertama Kali Akhir 1990an
Dibantu oleh seorang seniman jalanan dan masyarakat kota Lisbon, Portugal mereka mulai membuat grafiti dengan gambar dan warna yang cerah. Di beberapa tempat, ada ledakan warna yang hebat dan tampak abstrak.
"Selain mengajarkan grafiti, workshop ini juga membangkitkan semangat bagi lansia agar membuat hidup mereka lebih berwarna," ungkapnya.
Salah satu peserta workshop LATA 65, Luisa memberikan tag di karya grafitinya dengan nama 'Armando'. "Saya persembahkan ini buat suami saya yang sudah meninggal Armando."
(Tia Agnes Astuti/Is Mujiarso)










































