Karya seni tersebut dilukis Banksy dan diberi nama The Thekla berada di antara tempat galangan kapal dan kelab malam. Tepat di atas permukaan air pada lambung baja dermaga. Bisa dilihat dengan lebih jelas ketika Agustus tiba dan dermaga akan kering, tidak terlalu banyak air.
Baca Juga: Ini Kronologi Penyelidikan Misteri Kematian Pablo Neruda
Para ahli menemukan bahwa ada beberapa elemen yang menyebabkan kerusakan permanen di ikon karya seni Banksy tersebut. Sementara di bulan Agustus, dermaga akan tampak kering hingga lebih mudah dibersihkan. Kini, grafiti Grim Reaper dipindahkan ke Museum Bristol dalam jangka panjang.
Kepala koleksi dan arsip Museum Bristol Ray Barnett mengatakan ia senang karena grafiti tersebut akhirnya diawetkan. "Grafiti The Thekla telah menjadi bagian yang tetap dari dermaga Bristol untuk waktu yang lama," ungkapnya dilansir dari BBC, Senin (1/6/2015).
Keluarga George Akins yang mewarisi Thekla sejak 2006 silam mengatakan tujuan grafiti tersebut dipindahkan ke Museum Bristol untuk pelestarian seni.
"Sebelum menjadi tambah rusak," ujarnya.
(Tia Agnes Astuti/Tia Agnes Astuti)










































