Ini Kronologi Penyelidikan Misteri Kematian Pablo Neruda

Ini Kronologi Penyelidikan Misteri Kematian Pablo Neruda

Tia Agnes Astuti - detikHot
Senin, 01 Jun 2015 09:25 WIB
Ini Kronologi Penyelidikan Misteri Kematian Pablo Neruda
Istimewa
Jakarta - Penyair asal Chili Pablo Neruda meninggal dunia pada 1973 silam di usianya yang menginjak 69 tahun. Hingga sekarang kematiannya masih menimbulkan tanda tanya besar. Ia diduga diracuni ketika dalam perjalanan ke Meksiko karena pandangan politik komunisnya.

Awal Januari lalu, pemerintah Chili membuka lagi penyelidikan atas kematiannya. Namun, sejak dua tahun lalu penyelidikan ulang sudah dilakukan meski tidak menemukan hasil apa pun.

Akhir Mei ini, titik terang ditemukan pada kasus kematian Neruda. Neruda tak hanya meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya yakni kanker prostat.

Bagaimana misteri kematian Penyair terbesar di abad ke-20 sekaligus peraih Nobel Sastra pada 1971? Berikut kronologinya, seperti dirangkum detikHOT, Senin (1/6/2015):

Juni 2011

Mantan supir Neruda Manuel Araya Osorio dan asisten pribadinya mengatakan ke sejumlah media mengenai misteri kematian Pablo Neruda. Mereka menyebutkan intelejen menyuntikan Neruda dengan racun di klinik atas perintah Jenderal Pinochet, 12 hari setelah kudeta.

Saat itu, ia beberapa kali memberikan kritik terhadap militer yang disebutnya mengkhianati negara. Selain kasus Neruda, makam Presiden Allende digali kembali atas perintah hakim yang sama. Ia diduga dibunuh oleh tentara yang menyerang istana presiden ketika terjadi kudeta, bukan bunuh diri seperti yang dipercaya masyarakat.

Februari 2013

Pemerintah Chili memerintahkan untuk menggali makam penyair Pablo Neruda. Pembongkaran makamnya dilakukan karena misteri kematian yang diduga karena dibunuh lawan politiknya.

Jasad Neruda dimakamkan bersisian dengan makam istrinya, Matilde Urrutia di Isla Negra yang terletak sekitar 120km dari Santiao, ibu kota Cile.

April 2013

Setelah perintah penggalian makam Pablo Neruda pada Februari 2013 lalu. Dua bulan kemudian, makamnya digali dan jenazahnya kembali diselidiki.

November 2013

Pakar forensik yang menyelidiki kematian Pablo Neruda menyatakan jejak racun tidak ditemukan di jenazah penyair peraih Nobel tersebut. Penyelidikan dilakukan selama 6 bulan oleh 15 orang pakar dari Chili.

Neruda, yang tewas dalam usia 69 tahun, merupakan sahabat Presiden Salvador Allende, yang digulingkan militer.

"Tidak ada jejak zat kimia yang ditemukan", kata Patricio Bustos, Direktur Badan Forensik Chili.

Januari 2015

Setelah tidak menemukan hasil apapun, kasus kematian Pablo Neruda dibuka kembali. Banyak pihak yang meminta pemerintah Chili untuk mengungkap misteri kematian Neruda.

Mei 2015

Dilansir dari Reuters, ahli forensik di Universidad de Murcia menemukan ada tiga jenis protein di sisa tubuh Neruda.

"Dua di antaranya sebagai penyebab kanker prostat," ucap salah satu ahli panel.

Sedangkan protein ketiga masih belum diketahui dan tengah dalam tahap penyelidikan. "Kami akan memeriksa bukti lebih lanjut, sementara analisis genomik masih tertunda."
Halaman 2 dari 7
(Tia Agnes Astuti/Tia Agnes Astuti)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads