Saat jumpa pers 'Persiapan Indonesia Menuju Frankfurt Book Fair 2015' di Galeri Nasional Indonesia, Ketua Komite Desain, Paviliun, dan Stan Avianti Armand menjelaskan berbagai kemegahan tersebut.
"Stan utama ini akan lebih besar dan ditempatkan sangat strategis di Frankfurt," ucapnya Kamis (30/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Filosofinya adalah menghadirkan pengalaman mengarungi laut dan tiba di pulau-pulau yang tersusun dari lampion raksasa yang diproyeksikan dengan video mapping," kata Avianti.
Nantinya, di Paviliun Indonesia akan dibangun tujuh pulau yang memamerkan kekayaan intelektual dan budaya bangsa. Pertama, Island of Words akan diisi oleh berbagai buku Indonesia termasuk lima buku raksasa dari batik, keris, wayang, komik, dan puisi.
Kedua, 'Island of Spices' yang akan diisi oleh Komite Kuliner. Di sana, nantinya akan ada rempah-rempah yang menandakan kekayaan bumbu Tanah Air. Ketiga, 'Island of Scene' yang akan menjadi panggung bagi musisi, seniman maupun pengisi acara yang akan hadir.
Keempat yakni 'Island of Parchment' yang memajang aksara kuno Indonesia dalam bentuk replika. Kelima, 'Island of Tales' akan memuat buku-buku cerita anak-anak dan sebagai tempat pembacaan buku.
"Di atasnya akan ada instalasi layang-layang raksasa," ungkap Avianti.
Serta dua terakhir yakni 'Island of Images' dan 'Island of Inquiry' yang memajang kekayaan Indonesia melalui promosi digital. Pameran buku terbesar di dunia ini akan digelar pada 13-18 Oktober 2015. Eksibisi ini dihadiri lebih dari 100 negara, disorot 9.300 jurnalis dunia, dan dihadiri sekitar 2.600 pengunjung.
(tia/mmu)











































