Selamatkan 'To Kill a Mockingbird', Harper Lee Dirikan Perusahaan Non-Profit

Selamatkan 'To Kill a Mockingbird', Harper Lee Dirikan Perusahaan Non-Profit

- detikHot
Senin, 27 Apr 2015 17:03 WIB
Selamatkan To Kill a Mockingbird, Harper Lee Dirikan Perusahaan Non-Profit
Jakarta - Kontroversi mengenai novel kedua sebagai kelanjutan dari cerita 'To Kill a Mockingbird', membuat Harper Lee mendirikan sebuah perusahaan non-profit. Perusahaan bernama Mockingbird Company akan mulai mementaskan karyanya pada 2016 mendatang.

Di laman Facebook bernama 'Save Monroeville's To Kill a Mockingbird', seperti dikutip dari BBC, Senin (27/4/2015), ia mengumumkan perusahaannya akan kembali mengambil hak cipta untuk buku pertamanya dan segala merchandise yang dijual.

"Kami percaya ini adalah cara terbaik dari panggung untuk merayakan karya Harper Lee di seluruh daerah Monroeville hingga makin dikenal dan mengembalikan hak cipta kepada Lee," tulisnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca Juga: 13 Komedian Jepang Disebar ke Asia untuk Melawak

Laman tersebut telah berkampanye di Monroeville dan diikuti oleh sejumlah nama besar seperti Oprah Winfrey dan JK Rowling. Johnny Johnson pun berkomentar di laman tersebut.



"Terima kasih Harper Lee, Anda telah membuat Monroe County bangga dan terima kasih sudah bekerja untuk mencapai mufakat. Berkah bagi Monroevielle!"

Perusahaan non-profit tersebut nantinya akan mementaskan pementasan 'To Kill a Mockingbird'. Kini, tiketnya sudah habis terjual. Pertunjukan ini telah dipentaskan di Museum Monroe County Heritage selama bertahun-tahun, meski terlibat sengketa hukum dengan Lee, 88 tahun.

Ia sempat menggugat museum pada 2013 silam karena pihak museum menjual suvenir Mockingbird di tokonya. 'To Kill a Mockingbird' yang berbicara mengenai isu-isu ras, kelas, dan dirilis Juli 1960 silam ini telah terjual 40 juta kopi di seluruh dunia. Novel ini juga meraih Pulitzer Prize.



(tia/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads