Els merasa kecewa dan kesal karena buku bajak laut yang ada di perpustakaan sekolahnya berlabel 'untuk anak laki-laki'. Ia mengeluhkan peristiwa tersebut kepada ibunya, Leone, 35 tahun.
"Akhirnya ia berhenti mengeluh dan berbuat sesuatu untuk sekolahnya," kata ibunda dilansir dari Independent, Senin (27/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petisi yang dikirimkan ke pihak penerbit tersebut ditandatangani oleh 80 murid di Bounds Green School. Ia juga mempertanyakan mengapa pihak penerbit memisahkan gender laki-laki dan perempuan di buku terbitannya.
"Menurut Els, bukunya harus untuk semua orang dan kita semua tidak menyukai hal-hal yang berbeda. Penerbit pun harus bertanggung jawab," tuntutnya.
Pihak penerbit pun memberikan pernyataan bahwa buku 'bajak laut' itu dengan tulisan 'untuk anak laki-laki' tidak akan diterbitkan lagi. "Kami tidak akan menerbitkan buku lagi dengan label untuk anak laki-laki atau untuk anak perempuan di halaman desain sampulnya," tulis perwakilan penerbit.
Setelah petisi tersebut, sembilan penerbit di Inggris pun memutuskan untuk melepas gender buku di halaman depan sampulnya.
(tia/mmu)











































