Dikuratori direktur artistik dari Museum Seni Kontemporer di Ghent, Belgia, Phillipe van Cauteren itu akan menampilkan lima seniman kontemporer Irak. "Karya seni akan menceritakan soal kelangsungan hidup, pencatatan, terapi, keindahan, dan menyoroti ketegangan artistik selama perang," ungkap Tamara Chalabi dari Ruya Foundation dilansir dari Artnews, Jumat (24/4/2015).
Baca Juga: Terancam Batal, Patung 'Trokomod' Akhirnya Berkibar di La Biennale Venesia
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perayaan karya seni Irak ini dijanjikannya akan menjadi perhelatan meriah sekaligus berbagi pengetahuan tentang Irak. "Apakah kata 'kontemporer' bisa digunakan untuk bangsa yang tidak memiliki infrastrujtur budaya yang berkembang baik."
Para seniman yang berpartisipasi adalah seniman Rabab Ghazoul (Wales), keramikus dan pematung Salam Atta Sabri (Baghdad), dan pelukis Haider Jabbar (Turkey). Serta dua orang fotografer bernama Latif Al Ani (Baghdad) dan Akam Shex Hadi (Kurdiastan Irak).
(tia/mmu)











































