"Sebenarnya ini proyek menulis ulang novel pertama saya yang berjudul 'Hujan Rintih-rintih' tapi dengan tema yang berkembang," kata Aan kepada detikHOT di Edwin Gallery, Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Baca Juga: Panggung Persembahan bagi Arifin C.Noer Digelar Sebulan
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di budaya orang Bugis itu ada istilah 'rioloh' yang idenya bagaimana orang Bugis melihat waktu dan ruang. Harfiahnya berarti 'di depan'," tutur penulis 'Kukila' (2012).
Namun, banyak dari orang Bugis yang menggunakan kata 'rioloh' dan seperti memunggungi masa depannya. Novel yang mengisahkan seorang pria tentang harapan dan kenangannya.
Simak: Pertunjukan Teater Pantomime 'Kocak-kacik' Digelar Malam Ini
"Bagaimana ia takut akan perubahan, terbayang-bayang akan masa lalunya, dan konflik tentang ruang dan waktu itu," jelasnya.
Rencananya, novel yang judulnya masih dirahasiakan ini akan diterbitkan oleh penerbit GagasMedia. Bulan depan, buku ke-10 tersebut akan rilis.
(tia/tia)











































