Batu tersebut diduga berada di dalam kawasan konservasi Joshua Tree National Park, California, Amerika Serikat. Keterangan fotonya berbunyi, "#mrA Rock!"
Seperti dilansir dari Huffington Post, Selasa (3/3/2015), seniman tersebut membuat grafiti gaya tagging di atas batu tersebut. Sontak para pengikutnya berkomentar negatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Saraiva menanggapi batu tersebut bukan milik taman nasional. "Saya tidak tahu apakah benar batu itu di taman nasional. Tapi kalau seorang seniman jalanan setenar itu melukis di alam tanpa izin, seharusnya ia tidak boleh melakukannya," katanya.
Tahun lalu, seniman grafiti asal New York Casey Nocket terbukti bersalah dengan tindakan serupa. Ia membuat grafiti di berbagai konservasi situs alam seperti Yosemite, Crater Lake, Grand Canyon, Death Valley, Sewuoia, Kings Canyon, Joshua Tree, Sion, Rocky Mountain, dan Bryce National Parks.
Hingga kini pihak Joshua Tree National Park belum menanggapi karya seni tersebut. Namun, perwakilan pers Jennie Albrinck mengatakan vandalisme adalah permasalahan perbuatan bersalah.
"Vandalisme tampaknya menjadi masalah yang terjadi di Joshua Tree," ucapnya.
"Kami menjangkau masyarakat untuk membantu masalah ini. Kami ingin masyarakat menganggap membuat grafiti tagging di atas batu bukan seni. Itu vandalisme!" tambahnya lagi.
(tia/mmu)











































