Keduanya mengklaim mendapatkan karya-karya tersebut atas pemberian istri kedua Picasso, Jacqueline pada tahun 1970-an. Namun, para saksi justru memberatkan pembelaan dari Pierre. Mereka berpendapat Picasso adalah tipikal seniman yang bersikeras tidak ingin memberi lukisan secara cuma-cuma.
"Saya tak percaya Picasso akan memberikan karya-karyanya secara cuma-cuma karena ia selalu meminta pelanggan untuk segera membayar atau menandatangani perjanjian," kata putra kandung Picasso Gerad Sassier dilansir dari BBC, Jumat (13/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sama halnya dengan kesaksian dari Dominique Sassi yang bekerja sama di studio Picasso mengatakan sang seniman akan menjaga hasil karyanya. Termasuk, keramik yang gagal.
Tapi pernyataan berbeda dikatakan oleh Pierre dan istrinya. "Picasso sangat percaya kepada saya. Bahkan Monsieur dan Madame memanggilku dengan sebutan sepupu kecil," tuturnya.
Ketika Jacqueline memberikan kepada mereka, Pierre hanya menyimpannya di dalam garasi. Sampai 2010, mereka ingin menyerahkannya ke Administrasi Picasso tapi sayangnya kepemilikan yang sangat besar tersebut justru dicurigai.
Ahli otentikasi di Administrasi Picasso Christine Pinault mengatakan ke-271 karya seni Picasso dengan gaya 'kubisme'-nya sangat langka. "Ada suvenir dari istri pertamanya Olga," tambahnya.
Satu-satunya yang bersaksi memberikan pendapat berbeda adalah cucu Picasso Catherine Hutin-Blay. Ia mengatakan Pierre dan istrinya memiliki hubungan yang spesial dengan sang seniman.
"Kami benar-benar percaya kepadanya. Ia adalah orang yang akrab dengan semua orang rumah tapi kakek pasti tidak ingat pernah memberikannya kepada Pierre," katanya.
(tia/mmu)











































