Tertawa Ngakak dan Tangis ala Teater Gandrik

'Tangis' Karya Teater Gandrik

Tertawa Ngakak dan Tangis ala Teater Gandrik

Tia Agnes Astuti - detikHot
Kamis, 12 Feb 2015 07:46 WIB
Tertawa Ngakak dan Tangis ala Teater Gandrik
Yogyakarta - Usai pertunjukan 'Tangis' Desember lalu, Teater Gandrik Yogyakarta kembali lagi mementaskan lakon yang sama dengan nuansa lebih segar di awal Februari ini. Karakter Juragan batik Abiyoso bersama dengan Dalang dan tokoh lainnya membuat panggung terasa hidup.

Pementasan dimulai tepat pukul 20.00 WIB di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) Rabu (11/2/2015) malam. Dalang yang diperankan Susilo Nugroho berperan memulai dialog.

"Saudara, kita telah sampai kepada tujuan. Sebuah rumah besar dengan aura mistis yang begitu kuat. Aura mistis itu sangat terasa dari halaman depan rumah ini," ucap dalang di atas panggung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalang berpakaian khas Jawa lengkap dengan blankon tersebut ibarat pencerita. "Rumah ini konon pemiliknya juragan batik. Tujuh belas tahun yang lalu. Tapi banyak yang mati di sini. Ingin tahu bagaimana ceritanya?"

Suasana horor sangat terasa di awal pertunjukan. Mimik serius tampak di raut wajah sang dalang. Tapi gelak tawa langsung menyambutnya kala dalang Susilo justru mengeluarkan guyonan khas-nya yang disukai penonton.

Baca Juga: Naskah Anton Chekhov Diadaptasi ke Bahasa Ambon dan Manado

Begitulah awal cerita dari juragan batik yang kaya raya. Namanya dijunjung sebagai pahlawan nasional karena melestarikan batik. Kekayaannya berlimpah. Batik buatannya disukai pejabat negara.

Namun, juragan batik bernama Abiyoso tersebut memiliki masa lalu yang kelam. Kematian kepala pemasarannya Muspro membuatnya takut. Hantu Sumir pun menghantui rumah tersebut. "Air mata dan suara tangis membuatnya takut. Itu kelemahannya karena ingat masa lalu," ucap istri juragan Abiyoso kepada putranya Pangajab.

Sutradara pementasan Djaduk Ferianto mengatakan lakon 'Tangis' ini merupakan simbol alat politik untuk apa pun. "Naskah aslinya dari drama televisi yang ditulis mas Heru Kesawa Murti dan masih aktual sampai sekarang. Yang nonton bisa ketawa karena akting pemain tapi bisa nangis juga di ujungnya," katanya di concert hall TBY, Rabu (11/2/2015).

'Tangis' dipentaskan di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta pada 11-12 Februari. Nantinya, pementasan keduanya akan diadakan di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki Jakarta pada 20–21 Februari 2015.

Simak artikel lainnya soal pementasan 'Tangis' karya Teater Gandrik hari ini!

(tia/ron)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads