Namun, sang ibu dipenjara dan disiksa ketika melarikan diri dan terpaksa menanggung hukuman. Ayahnya berhasil melintasi pegunungan ke Turki hingga akhirnya kini mereka berdomisili di Midwest, Amerika Serikat.
Meski berdamai dengan masa kecil yang kelam dan sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, Sheida kini menjadi mahasiswa di Detroit. Karya seni kolase buatannya yang berjudul 'National Anthem' memikat para pengunjung yang hadir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto-foto yang berasal dari akun Twitter tersebut diolahnya. Seperti sebuah foto wanita yang dihukum oleh pejaba pemerintah pada 2013 karena menentang pemerintah Iran.
"Mereka disensor wajahnya, tapi Anda bisa lihat bagaimana tubuhnya memar dan disiksa," ujar Sheida dilasir dari Huffington Post, Jumat (30/1/2015).
Selain itu, seni kolase lainnya juga menyimbolkan simbol-simbol perlawanan, mengkritisi sebuah keyakinan, dan sensor gambar di media lainnya.
(tia/mmu)











































