Sastrawan 20 Negara Akan Hadiri ASEAN Literary Festival 2015

Sastrawan 20 Negara Akan Hadiri ASEAN Literary Festival 2015

- detikHot
Senin, 12 Jan 2015 17:50 WIB
Sastrawan 20 Negara Akan Hadiri ASEAN Literary Festival 2015
Jakarta - Pagelaran ASEAN Literary Festival 2015 akan mengundang 20 negara dari ASEAN dan non ASEAN. Para penulis, seniman, akademisi, penerbit, dan film akan ikut berpartisipasi. Jumlah ini lebih besar dari tahun sebelumnya yang hanya diikuti 14 negara.

Para peserta yang akan mengikuti di antaranya Jerman, Brunei Darussalam, Singapura, Filipina, Malaysia, Vietnam, Belanda, Australia, Thailand, Kamboja, Myanmar, Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat, Nigeria, dan lain-lain.

"Dengan durasi yang lebih panjang, program yang dihadirkan di ASEAN Literary Festival juga lebih beragam," kata Direktur ALF 2015, Abdul Khalik dalam siaran pers yang diterima detikHOT, Senin (12/1/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Festival sastra ini akan digelar pada 15-22 Maret 2015 mendatang di berbagai tempat. Untuk agenda seni, budaya, dan sastra akan diselenggarakan di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Sedangkan rangkaian ASEAN Film Screening yang akan menayangkan film-fiolm terpilih dari masing-masing negara akan diadakan di beberapa tempat. Seperti Universitas Indonesia, UIN Ciputat, Universitas Paramadina, Universitas Atmajaya dan Goethe Haus Institute, Jakarta Pusat.

"Kami juga ada literary trip yang akan membawa para peserta dan publik ke tempat-tempat penting dan bersejarah di perkembangan sastra Indonesia," ungkapnya.

ASEAN Literary Festival ini diadakan dengan latar belakang akan kesamaan kondisi sosial budaya di wilayah ASEAN. "ALF ingin menjadi wadah yang mempertemukan sastrawan dan karya-karya sastra khususnya di Asia Tenggara. Ini merupakan hal penting, apalagi terkait dimulainya ASEAN Community tahun ini," paparnya.

Tahun ini juga akan kembali diserahkan ASEAN Literary Award kepada sastrawan ASEAN yang konsisten memperjuangan kebebasan, keadilan, dan kemanusiaan melalui karya-karyanya. Tahun lalu, ASEAN Literary Award diserahkan pada penyair Wiji Thukul dengan hadiah uang tunai US$ 5,000. Informasi selanjutnya di website www.aseanliteraryfestival.com.

(tia/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads