Para peserta yang akan mengikuti di antaranya Jerman, Brunei Darussalam, Singapura, Filipina, Malaysia, Vietnam, Belanda, Australia, Thailand, Kamboja, Myanmar, Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat, Nigeria, dan lain-lain.
"Dengan durasi yang lebih panjang, program yang dihadirkan di ASEAN Literary Festival juga lebih beragam," kata Direktur ALF 2015, Abdul Khalik dalam siaran pers yang diterima detikHOT, Senin (12/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan rangkaian ASEAN Film Screening yang akan menayangkan film-fiolm terpilih dari masing-masing negara akan diadakan di beberapa tempat. Seperti Universitas Indonesia, UIN Ciputat, Universitas Paramadina, Universitas Atmajaya dan Goethe Haus Institute, Jakarta Pusat.
"Kami juga ada literary trip yang akan membawa para peserta dan publik ke tempat-tempat penting dan bersejarah di perkembangan sastra Indonesia," ungkapnya.
ASEAN Literary Festival ini diadakan dengan latar belakang akan kesamaan kondisi sosial budaya di wilayah ASEAN. "ALF ingin menjadi wadah yang mempertemukan sastrawan dan karya-karya sastra khususnya di Asia Tenggara. Ini merupakan hal penting, apalagi terkait dimulainya ASEAN Community tahun ini," paparnya.
Tahun ini juga akan kembali diserahkan ASEAN Literary Award kepada sastrawan ASEAN yang konsisten memperjuangan kebebasan, keadilan, dan kemanusiaan melalui karya-karyanya. Tahun lalu, ASEAN Literary Award diserahkan pada penyair Wiji Thukul dengan hadiah uang tunai US$ 5,000. Informasi selanjutnya di website www.aseanliteraryfestival.com.
(tia/mmu)











































