Pagelaran yang akan diselenggarakan akhir bulan ini akan menyajikan live performance yang apik dan membuat para penonton terkagum-kagum. Siapakah orang-orang yang berada di balik 'Sunset Diety'?
Awal 2013 lalu, pertunjukan 'Taraksa' diproduksi oleh komunitas Teater Epik, Bandung. Merchant of Emotion (MOE) merupakan transformasi dari Teater Epik dan pementasan 'Sunset Diety' adalah produksi selanjutnya setelah Taraksa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: 'Sunset Deity' Gabungkan Teater, Koreografi, dan Video Mapping
Menurutnya, banyak kegalauan dari kawan-kawannya seperti konten yang tersedia di industri media dan hiburan Tanah Air tak mendidik, setelah lulus mereka memiliki ide cerita dan pertunjukan yang bagus, dan tantangan hidup untuk membuatnya yang berbeda di usia 20-an.
"Berangkat dari sana, kami memutuskan untuk memulai perusahaan kami sendiri, sebuah start-up rumah produksi yang bercita-cita menghadirkan sajian hiburan yang lebih baik untuk Indonesia atau better entertainment for Indonesia," ungkapnya.
Pementasan 'Sunset Diety' adalah sajian yang tak kalah bagus dengan hiburan yang ada di Indonesia. Kunci kekuatan MOE adalah konsep dan ide cerita. Di dalam timnya sendiri terdapat banyak bidang yakni seniman visual, cerita, bisnis, manajemen, dan pemasaran. Berasal dari sajian yang kuat, MOE berani menghadirkan konsep dalam bentuk live performance.
"Ini pilot project kami dan yang dikerjakan secara profesional. Bisa dibilang ini juga produksi keenam yang kami kerjakan dengan tim yang sama," kata Tri.
Produksi 'Sunset Deity' akan diadakan pada 23-25 Januari 2015 2015 dalam enam pementasan di Teater Tertutup Dago Tea House, Bandung. Untuk mendukung pementasan ini, Merchant of Emotion sudah menyiapkan kanal-kanal informasi di situsnya www.merchantofemotion.com.
(tia/mmu)











































