detikHot

art

Novelis Salman Rushdie Dukung Kebebasan Satire di Prancis

Kamis, 08 Jan 2015 18:34 WIB - detikHot
Dok.Huffington Post Dok.Huffington Post
Jakarta - Selain seniman asal Inggris Banksy yang merespon peristiwa di majalah satire Charlie Hebdo, novelis kelahiran India Salman Rushdie ikut menanggapinya. Ia merilis pernyataan mendukung seni kritik komedi yang ada di Prancis.

Kata-kata yang diucapkannya tersebut sama seperti kejadian yang pernah menimpanya ketika merilis novel yang terinspirasi oleh kehidupan Nabi Muhammad. Saat itu, ia diancam dibunuh oleh Ayatollah Khomeini pada 1989 silam.

"Saya berdiri di sini bersama dengan majalah Charlie Hebdo. Kita semua harus mempertahankan seni sindiran yang menjadi kekuatan dan kebebasan untuk melawan tirani, ketidakjujuran dan kebodohan," katanya.

Menurutnya, dalam siaran tertulis seperti dilansir dari Huffington Post, Kamis (8/1/2015), ia menyatakan bahwa agama bisa dikritik maupun disindir karena sama dengan ide maupun topik tulisan lainnya.

Tak hanya penulis 'The Satanic Verses' (1988) saja yang mendukung kebebasan berpendapat dan membuat karya seni di Prancis, tapi para penulis yang tergabung dalam PEN American Center juga berpendapat hal yang sama.

"Peristiwa yang terjadi hari ini untuk membungkam kritik dengan membunuh seniman dan penulis yang menyuarakan gerakan yang lebih luas. Kejadian ini menjatuhkan kebebasan berekspresi dan hak untuk berbeda pendapat," ujar perwakilan PEN American Center.


(tia/tia)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com