Dalam berkarya, seniman asal Bogor ini selalu memilih aneka medium yang berbeda selain tembok. Usai menciptakan grafiti di bemo dua hari yang lalu, Flurry Artz ternyata juga pernah ngebom atau membuat grafiti di angkutan umum atau angkot.
"Yang di angkot Bogor itu sudah lama, tapi di bemo ini pertama kalinya," katanya kepada detikHOT kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya, ketika nge-bomb ia akan membiarkan tangannya mengalir dengan sendirinya. Lebih spontan untuk membuat pewarnaan, efek, dan bentuknya. Gambarnya pun menjadi muter-muter keliling kota.

"Gambarnya jalan-jalan, bergerak. Nggak kayak di tembok, cuma ada di situ saja. Diam, dan nggak bergerak," kata seniman yang mulai ngebom sejak 2008 lalu.
Karya seninya pun dibuat dengan gaya 'wildstyle' dan tidak susah dibaca oleh masyarakat atau warga yang kurang familiar dengan grafiti. "Jadi nggak rumit bacanya."
Sebelum ngebom di bemo, Flurry juga pernah membuatnya di truk, perahu di Pulau Cipir Kepulauan Seribu, dan medium lainnya. Rencananya, ia segera akan ngebom lagi dalam waktu dekat ini.
(tia/mmu)











































