Jika seni grafiti biasanya dilukis atau dicoret di dinding, berbeda dengan yang dilakukan salah satu street artist asal Bogor ini. Seniman Flurry Artz membuatnya di medium yang berbeda.
Sebuah bemo sebagai kendaraan jadul ibukota yang makin berkurang keberadaannya menjadi sasaran dari mahasiswa Universitas Pakuan ini. Dua hari lalu, ia membuat grafiti di salah satu sisi bemo.
Sontak para pengikut di akun Instagram-nya kebanjiran pujian dan komentar. "Buat grafiti di jalanan sudah bosan dan biasa, jadi buatnya yang sedikit berbeda," ucapnya kepada detikHOT baru-baru ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: 10 Pertunjukan Terbaik 2014
"Kali aja kalau lagi macet di jalan, lihat karya saya di bemo jadi sedikit mencuri perhatian. Tapi juga karena untuk eksistensi saya sendiri," katanya sembari tertawa.
Meski membuat karya sendiri untuk senang-senang dan iseng saja, namun ternyata Flurry membuatnya tak hanya di bemo saja. Sebelumnya, ia pun pernah membuat grafiti di angkutan umum di kawasan Bogor, Jawa Barat.
Menurutnya, grafiti di transportasi umum jika sudah dapatkan izin dari pemiliknya akan lebih awet dan tahan lama. Serta tidak akan mudah 'digusur' oleh karya-karya lain berikutnya.
"Namanya juga berkarya di ruang publik ya. Karya umur nggak panjang juga risiko ditiban sama street artist dan poster," ungkapnya.
(tia/mmu)











































