Pameran ini akan menonjolkan keindahan monokrom dalam seni kontemporer Korea. Serta seni moderat yang berperan sebagai poros budaya Korea. "Empty Fullness akan mengenalkan kebudayaan cendekiawan Korea yang dinilai sederhana tapi anggun. Berbeda dengan seni minimalis Barat," ungkap public relation KCC, Kimberly Febrianti dalam siaran pers yang diterima detikHOT, Rabu (24/12/2014).
Nantinya, sebanyak 52 karya yang terdiri dari 47 lukisan dan 5 keramik dari 16 seniman Korea Selatan akan menampilkan keindahan 'Guci Bulan' yang memiliki dunia spiritual berlimpah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pameran yang digelar di Galeri Nasional Indonesia ini, kata Kimberly, juga akan menandai perjalanan satu tahun dari 'Program Bisnis Pusat Kebudayaan Asing'.
Saat malam pembukaan 'Empty Fullness' juga akan dihadiri oleh Duta Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia Cho Tai Young, Kepala Galeri Nasional Tubagus Andre Sukmana, dan direktur seni Chung Joon Mo.
(tia/tia)











































