Novel pertama Rayni berjudul 'Langit Terbuka' dan novel kelima Noorca yakni 'Straw'. "Peluncuran buku tidak direncanakan dan tanpa sengaja. Alhamdullah nanti bisa diluncurkan bersama-sama," ungkap Noorca dalam siaran pers yang diterima detikHOT Senin (22/12/2014).
Kebetulan, kata dia, penerbit dari dua novel tersebut adalah Kakilangit Kencana, Jakarta. "Terima kasih kepada Bang Syafruddin Azhar dan tim editor dari penerbit Kakilangit yang berkenan mengapresiasi karya-karya kami. Kami juga sangat bersyukur peluncuran pertama ini bisa dilakukan di Bali dan khususnya di Bentara Budaya ini," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan 'Straw' berkisah tentang seorang profesor yang suatu hari ditemukan tewas di kamar hotelnya di pantai Sanur, Bali.Β Kematiannya ternyata hanya satu dari puluhan kasus serupa yang menimpaΒ para tokohΒ ternama di Indonesia.
Dan, "kematian berantai" selama belasan tahun, yangΒ terjadi di sejumlah hotel dan tempat terbuka, itu selalu dianggapΒ "wajar'' karena kematian demi kematian itu selalu dinyatakan sebagai akibatΒ serangan jantung atau stroke. Termasuk oleh tim dokter dan pakar forensik.
Sebelumnya, pasangan tersebut pernah merilis buku bersama-sama pada 18 Juni 2008 di Aula Gedung Film, Jakarta dengan dua penerbit yang berbeda. Noorca meluncurkan novelnya yang keempat berjudul 'd.I.a. Cinta dan Presiden' setebal 900 halaman yang diterbitkan PT Rajagrafindo Persada. Serta istrinya Rayni merilis kumpulan cerita pendek 'I Don't Care' oleh PT Gramedia.
(tia/tia)











































