Sejak 1974, sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta selalu digelar di penghujung tahun. Kali ini, terdapat 64 naskah yang masuk ke dewan juri.
"Spirit sayembara ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Jika tahun-tahun lalu juri menyatakan tidak ada yang benae-benar menang. Saya kira semoga tahun ini ada," ungkap Ketua Dewan Kesenian Jakarta 2013-2015 Irawan Karseno dalam sambutan 'Malam Anugerah' Kamis malam (12/12/2014).
Tahun lalu novel yang masuk ke dewan juri sayembara mencapai 300 naskah. Kini, hanya ada 64 novel. "Mudah-mudahan juri memilih prestasi yang terbaik untuk tahun ini."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setidaknya sudah terbukti penulisannya," jelasnya.
Selain itu, persyaratan lainnya terkait dengan tema cerita, kepiawaian bercerita, kemahiran dalam berbahasa Indonesia, pemilihan diksi, metafora, dan lain-lain.
"Namun tahun ini tema sayembara lebih beragam. Ada yang mengambil sudut pandang kolektid, dari anak kecil sebagai narator, kisah cinta NU dan Muhammadiyah, dan lain-lain," ucap dewan juri lainnya Martin Suryajaya.
Sayembara Novel DKJ adalah perlombaan penulisan novel yang digelar Dewan Kesenian Jakarta sejak tahun 1974. Tujuannya adalah untuk merangsang dan meningkatkan kreativitas pengarang Indonesia dalam penulisan novel. Sebelumnya, nama para pemenang di sayembara ini adalah Mahbub Djunaedi (1974), Putu Wijaya (1975), Korrie Layun Rampan (1976), Ratih Kumala dengan Tabula Rasa (2003), dan lain-lain.
(tia/tia)











































