"Wayang Golek Pesisiran biasanya tampil membawakan cerita baru yang diangkat dari kisah populer di masyarakat pesisir," ungkap Ketua Pelaksana 'Kaleidoskop Seni Budaya Jakarta' Arie Batubara saat ditemui sebelum pembukaan di TIM, Selasa (16/12/2014) lalu.
Wayang Golek Pesisiran akan menampilkan cerita yang dipilih dari salah satu karya sastra terkemuka Indonesia, yakni, novel 'Harimau Harimau' karya Mochtar Lubis. Cerita ini digubah menjadi 'Mburu Deburu'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu saja, tapi pertunjukan musik eksperimentasi etnik Betawi, teater Ider-Ideran dan tari kontemporer Papua, juga ikut meramaikan acara ini. Serta Mahagenta dan grup musik tradisi Gordang Sambilan juga akan menampilkan pertunjukan musik bergenre world music di hari terakhir rangkaian acara.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan provinsi DKI Jakarta Arie Budhiman juga menjelaskan jika kaleidoskop ini diharapkan dapat menumbuhkan proses evaluasi dari pelaku dan penikmat seni.
"Saya harap dapat tumbuh upaya kreatif dan menjadikan ibukota sebagai pusat budaya," katanya.
(tia/mmu)











































